Rutin Ada Posbindu PTM, Peringatan Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2021, di gelar di Desa Grabagan Kecamatan Tulangan

Foto : Kegiatan Live Talk show Hari Hipertensi Sedunia di Desa Grabagan Tulangan
Foto : Kegiatan Live Talk show Hari Hipertensi Sedunia di Desa Grabagan Tulangan

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo memperingati hari Hipertensi Sedunia pada tahun 2021 ini, Kamis (3/6) kemarin, dipusatkan di Desa Grabagan Kec. Tulangan, yang berada di wilayah Puskesmas Tulangan,  dengan melakukan sosialisasi Posbindu atau Pos Pembinaan Terpadu terhadap Penyakit Tidak Menular atau PTM.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kab. Sidoarjo, dr. M.Atho’illah, MM,  pemeriksaan di Posbindu untuk Penyakit Tidak Menular (PTM) harus secara berkala tiap 6 bulan sekali.

Peringatan hari Hipertensi Sedunia tahun 2021 kali ini,  kata dr. Atho’illah,  selain  diwujudkan dengan sosialisasi dan pengarahan dari narasumber, juga dilakukan dengan tanya jawab soal penyakit tidak menular (PTM) oleh warga desa.

Adanya posbindu PTM, menurut dr Atho’  sangat penting untuk mengendalikan dan mencegah terjadinya berbagai macam  komplikasi yang dapat menyebabkan kecacatan dan kematian dini akibat penyakit tidak menular ini. Menurut data, kematian pada usia 30-70 tahun salah satunya adalah dari penyakit hipertensi.

“Melalui Posbindu PTM yang ada di tiap desa, kita harapkan akan mampu bisa sebagai deteksi dini dan memonitor faktor resiko hipertensi,” ujarnya.

Diharapkan dengan adanya Posbindu itu, kejadian penyakit tidak menular di Kab. Sidoarjo akan semakin menurun. Kemudian orang yang akan berobat akan berkurang sehingga pembiayaan kesehatan akan lebih menjadi efisien.

Disampaikan dr Atho’  sesuai hasil riset kesehatan dasar tahun 2018 lalu, menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan jika dibandingkan pada tahun 2013 lalu.
Antara lain, kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes miletus, dan hipertensi.
Prevalensi stroke naik dari 7% menjadi 10.9%. Dan dari hasil pengukuran tekanan darah hipertensi naik dari 25.8% menjadi 34.1%.

“Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular ini berhubungan dengan pola hidup, antara lain merokok, konsumsi minuman alkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur,” jelas mantan Kepala Puskesmas Sidoarjo itu.

Dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 lalu, prevalensi merokok remaja , usia 10-18 tahun terus meningkat.yaitu 7.2%. Sirkesnas 2016 8.8%, dan Riskesdas 2018 sebesar 9.1%.

Data konsumsi alkohol pun meningkat. Dari 3% menjadi 3.3%.Demikian juga data aktivitas fisik berkurang juga naik. Dari 26.1% menjadi 33.5%. Dan 0.8% mengkomsumsi alkohol berlebihan.

Hal lainnya, proporsi mengkomsumsi buah dan sayur kurang pada penduduk selama 5 tahun masih sangat bermasalah yaitu sebesar 95.5%. Menurut dr Atho’  tingginya angka PTM, berpengaruh pada meningkatnya beban biaya kesehatan.

“Untuk mengurangi beban penyakit dan beban biaya kesehatan, maka upaya promosi dan preventif sangat perlu diprioritaskan,” ujarnya.

Peringatan hari Hipertensi tahun 2021 di Kab. Sidoarjo sengaja digelar di Desa Grabagan, diakui dr Atho’  illah, karena di desa yang berada di wilayah Puskesmas Tulangan itu, menurutnya secara berkala setiap 6 bulan sekali atau minimal setahun sekali  ada Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM).*