P2PL – Sidoarjo

Penderita HIV/Aids (ODHA) masih menjadi salah satu prioritas perhatian Dinas Kesehatan Sidoarjo.  Di wilayah berpenduduk sekitar 2,2 juta lebih ini, sampai Juni 2018 tercatat jumlah positif ODHA sebanyak 2.756. Sedangkan penderita ODHA yang meninggal sudah sekitar 441 orang.  Mereka ini tersebar di  18 kecamatan.

Dr Ato’Ilah  Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Sidoarjo, disela-sela acara Penggalangan Ormas dan Dunia Usaha  (31/10), mengungkapkan pihaknya ingin memberikan kemudahan layanan kepada penderita HIV/Aids. Oleh karena penyediaan layanan Poli Pelayanan Inisiasi ARV di beberapa puskesmas (PKM) akan cukup membantu penderita ODHA.

Untuk mengendalikan potensi berkembangnya penderita ODHA dan pentingnya aktivitas pencegahan, Dinas Kesehatan Sidoarjo sudah miliki 10 Puskesmas. PKM kini  sudah dilengkapi Poli Pelayanan Inisiasi ARV (Anti Retro Viral). Diantaranya:  Puskesmas Krembung, Puskemas Prambon, Puskesmas Taman, Puskesmas Sukodono, Puskesmas Gedangan, Puskesmas Sedati, Puskesmas Krian, Puskesmas Porong, Puskesmas Waru dan RSUD Sidoarjo

“Dengan sembilan Puskesmas, penderita Odha tak perlu lagi harus jauh-jauh ke RSUD. Penderita Odha bisa memilih pusat layanan terdekat.  Puskesmas di segala penjuru sudah ada dan RSUD pun siap melayani,” katanya.

arv-tamanKabid Pencegahan Penyakit (P2) Dinkes Kab Sidoarjo juga menyebutkan, perlu diketahui,  sebelum ada layanan ARV ini penderita tidak tahu jika terjangkit virus. Oleh karena itu, bagi penderita ODHA bisa segera manfaatkan layanan ini, akan dapat obat gratis.  ”Kami berharap mereka yang memiliki resiko tinggi segera memeriksakan diri, sebelum virus semakin berkembang,” katanya.  (cat)

 

foto: Peresmian Poli Pelayanan Inisiasi ARV (Anti Retro Viral) PKM Taman

Related Post

Agenda

There are no upcoming events.

Diskusi Terbaru