Dinkes-Sidoarjo
atoHIV-Aids! Perkembangan terbaru antara Januari – Agustus 2019 ditemukan 347 kasus. Benarkah? Sekretaris KPA Sidoarjo, dr M.Ato’ Ilah membenarkan catatan itu. Fenomena ini tentu cukup mengkuatirkan. Apalagi jika dilihat secara komulatif sejak 2001- 2019 ada 3.158 kasus.

Solusinya? Satu diantaranya pentingnya warga Sidoarjo peduli AIDS (WPA). Begitu pula lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan aparatur sipil negara (ASN). Pencegahan penularan bisa dimulai dari tempat kerja masing-masing.

Ini diungkapkan dr Ato’ Ilah, saat koordinasi KPA dengan mitra, pada semester II tahun 2019, Rabu (25/9) kemarin, di ruang rapat Delta Karya, Setda Sidoarjo, (25/9). Pejabat Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Dinkes Sidoarjo itu juga meminta jangan kucilkan atau ada perilaku diskriminatif terhadap penyandang HIV/AIDS (ODHA).

Dalam kegiatan ini pihak KPA Sidoarjo menghadirkan pembicara dari PLATO. Yakni salah satu LSM peduli HIV/AIDS. Tema yang diusung yakni tentang jangan ada diskriminasi pada ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Asisten Tata Pemerintahan dan Kesra Kab Sidoarjo, Dr Heri Soesanto, saat membuka kegiatan KPA Sidoarjo tersebut juga menyampaikan, mencegah dan mengurangi kasus HIV di Sidoarjo bukan hanya tanggung jawab dinas kesehatan saja, tapi juga harus dilakukan secara lintas sektoral. “Perlu dicermati yang belum ketahuan. kita harus bahu-membahu untuk mencegah dan menanggulangi kasus ini,” katanya. (cat)

 

Related Post

Agenda

There are no upcoming events.

Diskusi Terbaru